ollaaaaaaaaaaaaaaa ....

^_^

Jumat, 01 Januari 2010

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI DILIHAT DARI PROSEDUR AUDIT

Peranan teknologi informasi terhadap audit sistem informasi komputerisasi akuntansi Dilihat Dari Prosedur Audit berkaitan dengan tipe konfigurasi sistem informasi komputer yang digunakan oleh perusahaan. Tipe konfigurasi sistem informasi komputer terdiri dari 3, yaitu:

a. Lingkungan Sistem Informasi Komputer-Stand-alone Micro Computer.
Komputer mikro dikenal dengan komputer pribadi (personal computer atau PC) umumnya digunakan oleh perusahaan kecil sebagai stand-alone workstation yang dioperasikan oleh satu atau beberapa pemakai pada waktu yang berbeda. Dalam perusahaan besar, komputer mikro umumnya digunakan sebagai intellegent terminal dalam local area network (LAN), Wide are
network (WAN), atau dihubungkan dengan suaru komputer pusat.

Dampak Lingkungan Komputer Mikro terhadap Prosedur Audit

Risiko pengendalian intern yang tinggi dalam lingkungan komputer mikro membuat auditor lebih memusarkan usaha audit ke pengujian substantif pada atau mendekati akhir tahun. Dengan demikian prosedur audit yang digunakan oleh auditor lebih berfokus kepada:
• Pemeriksaan fisik dan konfirmasi aktiva.
• Pengujian rinci.
• Ukuran sampel yang lebih besar.
• Penggunaan lebih banyak teknik audit berbantuan komputer (jika diperlukan).
• Auditor dapat menempuh pendekatan lain yang berbeda dalam audit di lingkungan komputer mikro.
• Auditor dapat meletakkan kepercayaan terhadap pengendalian intern klien setelah auditor melaksanakan pengujian pengendalian terhadap pengendalian intern tersebut.

b. Lingkungan Sistem Informasi Komputer-On-Line Computer System
Sistem komputer on-line adalah sistem komputer yang memungkinkan pemakai melakukan akses ke data dan program secara langsung melalui peralatan terminal. Sistem tersebut dapat berbasis mainframe computers, komputer mini, atau struktur komputer mikro dalam suatu lingkungan jejaring. Dengan sistem on-line pemakai dapat melaksanakan berbagai fungsi yang
mencakup:
• Melakukan entri transaksi (seperti: transaksi penjualan dalam toko pengecer, pengambilan kas di dalam suatu bank, dan pengiriman barang dalam suatu pabrik).
• Melakukan permintaan keterangan (seperti informasi tentang account atau saldo terkini customer).
• Meminta laporan (seperti daftar unsur sediaan yang ada di gudang, yang kuantitasnya menunjukkan angka negatif).
• Melakukan up-dating terhadap master file (seperti pembuatan account bagi customer baru dan pengubahan kode account buku besar).
Tipe Sistem Komputer On-line

Sistem komputer on-line dapat digolongkan berdasarkan sebagai berikut:
a. On-line/real time processing.
Dalam sistem pengolahan on-line/real time, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

b. On-line/batch processing.
Dalam suatu sistem dengan on-line, input and batch processing transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

c. On-line/memo update dan On-line input
with memo update processing Mengombinasikan on-line/real time processing .dan pengolahan on-line/batch processing. Transaksi secara individual segera digunakan untuk meng-up date suatu memo file yang berisi informasi yang telah diambil dari versi terkini master file. Permintaan keterangan dilakukan melalui memo file. Transaksi yang sama ditambahkan ke transaction file untuk divalidasi dan digunakan untuk updating berikutnya terhadap master file atas dasar batch. Dari sudut pemakai, sistem ini tampak tidak berbeda dengan on-line/real time processing.

d. On-line/inquiry. On-line/inquiry
Membatasi pemakai pada peralatan terminal untuk melakukan permintaan keterangan dari master file. Dalam sistem ini, master file diupdate oleh sistem lain. biasanya berdasarkan batch transaksi.

e. On-line downloading/uploading processing. On-line downloading/ uploading processing
Berkaitan dengan transfer data dari master file ke peralatan intelligent terminal untuk diolah lebih lanjut oleh permakai.

Dampak Sistem Komputer On-line atas Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi dan Pengendalian Intern yang Terkait

a. Risiko yang berkaitan umumnya tergantung pada:
• Luasnya on-line system yang digunakan untuk mengolah aplikasi akuntansi.
• Tipe dan signifikannya transaksi keuangan yang diolah.
• Sifat arsip dan program yang dimanfaatkan dalam aplikasi.

b. Karakteristik sistem komputer on-line berikut ini memerlukan perhatian khusus bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko pengendalian:
• Tidak terdapat dokumen sumber untuk setiap transaksi masukan.
• Hasil pengolahan dapat sangat ringkas.
• Sistem komputer on-line dapat didesain untuk menyediakan laporan tercetak.

c. Risiko terjadinya kecurangan atau kekeliruan dalam sistem komputer online dapat dikurangi dalam keadaan berikut:
• Jika entri data secara on-line dilaksanakan pada atau dekat dengan tempat asal transaksi, risiko transaksi tersebut tidak dicatat menjadi berkurang.
• Jika transaksi yang tidak sah dikoreksi dan dimasukkan kembali segera, risiko bahwa transaksi tersebut tidak akan dikoreksi dan dientri kembali ke dalam sistem menjadi berkurang.
• Jika enrri data dilaksanakan secara online oleh individu yang memahami sifat transaksi yang bersangkutan, proses entri data berkurang kcmungkinan kekeliruannya bila dibandingkan dengan jika dientri oleh individu yang tidak biasa dengan sifat transaksi tersebut.
• Jika transaksi diolah segera secara oilline, risiko transaksi tersebut diolah di
dalam periode akuntansi yang keliru menjadi berkurang.

Dampak Sistem Komputer On-line terhadap Prosedur Audit

Dalam menghadapi sistem komputer on-line, auditor dapat melakukan review terhadap aplikasi akuntansi secara on-line sebelum suatu aplikasi diimplementasikan, bukan review terhadap aplikasi setelah sistem komputer on-line tersebut dipasang. Sistem komputer on-line mempunyai dampak besar terhadap prosedur audit yang digunakan oleh auditor.

SA Seksi 327 Teknik Audit Berbantuan Komputer memberikan panduan bagi auditor dalam menghadapi sistem komputer on-line berikut ini:
• Perlunya auditor memiliki keterampilan teknis dalam sistem komputer on-line.
• Dampak sistem komputer on-line terhadap saat penerapan prosedur audit.
• Tidak ada jejak transaksi yang dapat dilihat.
• Prosedur yang dilaksanakan selama tahap perencanaan, mencakup:

a. Partisipasi individu yang memiliki keahlian teknis dalam sistem komputer on-line dan pengendalian berkaitan dalam tim audit.
b. Pertimbangan pendahuluan dalam proses penaksiran risiko tentang dampak sistem komputer on-line terhadap prosedur audit. Umumnya, di dalam sistem komputer on-line yang didesain dengan baik, auditor akan meletakkan kepercayaan Iebih ke pengendalian intern sistem tersebut.
c. Prosedur audit yang dilaksanakan bersamaan dengan pengolahan on-line, mencakup pengujian kepatuhan pengendalian di dalam aplikasi on-line.
d. Prosedur audit yang dilaksanakan setelah pengolahan selesai dilakukan.

Lingkungan Sistem Informasi Komputer Database System

Database adalah koleksi data yang dibagi (shared) dan digunakan oleh sejumlah pemakai yang berbeda untuk tujuan yang berbeda-beda. Database system terdiri dari dua komponen pokok-database dan database managemeny system (DBMS). Database system dapat digunakan dalam sistem komputer apa saja, termasuk sistem komputer mikro. Dalam beberapa lingkungan komputer mikro, database system digunakan oleh pemakai tunggal.

Pengendalian Intern dalam Lingkungan Database

Pengendalian umum SIK terhadap database, DBMS dan aktivitas fungsi pengelolaan database berpengaruh pervasif atas pengolahan aplikasi. Pengendalian umum
SIK yang penting dalam lingkungan database dapat digolongkan ke dalam kelompok berikut:
(1) pendekatan baku untuk pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi.
(2) kepemilikan data
(3) akses ke database
(4) pemisahan tugas.

Dampak Database terhadap Sistem Komputerisasi Akuntansi dan Pengendalian yang Berkaitan

Secara global tergantung pada:
a. Luasnya database digunakan untuk aplikasi akuntansi.
b. Tipe dan signifikannya transaksi keuangan yang diolah.
c. Sifat database, DBMS (termasuk kamus data) tugas pengelolaan database dan aplikasi.
d. Pengendalian umum SIK yang sangat penting dalam lingkungan database.

Dampak Database Terhadap Prosedur Audit.

Prosedur audit di dalam lingkungan database secara prinsip akan dipengaruhi oleh luasnya data di dalam database yang digunakan untuk sistem akuntansi. Auditor dapat mempertimbangkan bilamana auditor memutuskan untuk melakukan pengujian pengendalian atau pengujian substantif berkaitan dengan database system, prosedur audit dapat mencakup fungsi DBMS untuk:
a. Menghasilkan data penguji.
b. Menyediakan jejak audit.
c. Mengecek integritas database.
d. Menyediakan akses ke database atausuatu copy bagian database relevan untuk tujuan penggunaan perangkat lunak audit.
e. Mendapatkan informasi yang diperlukan.

1 komentar: