ollaaaaaaaaaaaaaaa ....

^_^

Jumat, 01 Januari 2010

PEMANTAPAN STABILITAS EKONOMI MAKRO

Stabilitas perekonomian adalah prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan. Stabilitas perekonomian sangat penting untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi. Stabilitas ekonomi makro dicapai ketika hubungan variabel ekonomi makro yang utama berada dalam keseimbangan, misalnya antara permintaan domestik dengan keluaran nasional, neraca pembayaran, penerimaan dan pengeluaran fiskal, serta tabungan dan investasi. Hubungan tersebut tidak selalu harus dalam keseimbangan yang sangat tepat. Ketidakseimbangan fiskal dan neraca pembayaran misalnya tetap sejalan dengan stabilitas ekonomi asalkan dapat dibiayai secara berkesinambungan.

Perekonomian yang tidak stabil menimbulkan biaya yang tinggi bagi perekonomian dan masyarakat. Ketidakstabilan akan menyulitkan masyarakat, baik swasta maupun rumah tangga, untuk menyusun rencana ke depan, khususnya dalam jangka lebih panjang yang dibutuhkan bagi investasi. Tingkat investasi yang rendah akan menurunkan potensi pertumbuhan ekonomi panjang. Adanya fluktuasi yang tinggi dalam pertumbuhan keluaran produksi akan mengurangi tingkat keahlian tenaga kerja yang lama menganggur. Inflasi yang tinggi dan fluktuasi yang tinggi menimbulkan biaya yang sangat besar kepada masyarakat. Beban terberat akibat inflasi yang tinggi akan dirasakan oleh penduduk miskin yang mengalami penurunan daya beli. Inflasi yang berfluktuasi tinggi menyulitkan pembedaan pergerakan harga yang disebabkan oleh perubahan permintaan atau penawaran barang dan jasa dari kenaikan umum harga-harga yang disebabkan oleh permintaan yang berlebih. Akibatnya terjadi alokasi inefisiensi sumber daya.

Mengingat pentingnya stabilitas ekonomi makro bagi kelancaran dan pencapaian sasaran pembangunan nasional, Pemerintah bertekad untuk terus menciptakan dan memantapkan stabilitas ekonomi makro. Salah satu arah kerangka ekonomi makro dalam jangka menengah adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan mencegah timbulnya fluktuasi yang berlebihan di dalam perekonomian.

Stabilitas ekonomi makro tidak hanya tergantung pada pengelolaan besaran ekonomi makro semata, tetapi juga tergantung kepada struktur pasar dan sektor-sektor. Untuk memantapkan stabilitas ekonomi makro, kebijakan ekonomi makro, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi baik, harus didukung oleh kebijakan reformasi struktural, yang ditujukan untuk memperkuat dan memperbaiki fungsi pasar, antara lain pasar modal dan uang, pasar tenaga kerja serta pasar barang dan jasa, dan sektor-sektor meliputi seperti sektor industri, pertanian, perdagangan, keuangan dan perbankan.

PERMASALAHAN
Manajemen ekonomi makro yang sehat dan kemajuan yang dicapai dalam reformasi struktural telah menghasilkan perbaikan kinerja ekonomi secara mantap, khususnya stabilitas ekonomi makro. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar relatif stabil, inflasi terkendali pada tingkat yang cukup rendah, serta aktivitas eksternal telah mulai pulih. Kepercayaan pasar tetap terpelihara sejak berakhirnya dukungan program IMF pada akhir tahun 2003. Selain itu, kembalinya Indonesia dalam pasar modal internasional telah ditandai dengan suksesnya penerbitan obligasi pemerintah di luar negeri yang pada dasarnya mencerminkan kepercayaan internasional pada pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional. Sekalipun demikian stabilitas ekonomi yang mantap belum diikuti oleh perbaikan sektor riil yang memadai terutama dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Stabilitas ekonomi makro masih rentan terhadap gejolak. Di sisi keuangan negara, kesinambungan fiskal masih menghadapi ancaman. Rasio stok utang pemerintah terhadap PDB masih relatif tinggi yang diperkirakan sekitar 53,9 persen dari PDB pada akhir tahun 2004. Dalam beberapa tahun mendatang jumlah obligasi pemerintah yang jatuh tempo akan mencapai puncaknya. Di sisi lain tingkat penerimaan, terutama pajak, masih jauh dari optimal dibanding potensi penerimaan yang tersedia. Pada sisi pengeluaran, efektivitas dan efisiensi pengeluaran masih belum optimal. Dengan demikian, tantangan dalam lima tahun mendatang adalah melaksanakan pengelolaan pinjaman baik luar negeri maupun dalam negeri yang lebih baik, meningkatkan penerimaan negara dan mengefektifkan pengeluaran negara dalam rangka menjaga ketahanan fiskal.

Laju inflasi dan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara sekawasan. Perkembangan ekonomi sampai dengan tahun 2004 ditandai oleh nilai tukar yang mencapai Rp8.928/USD (angka rata-rata harian) serta laju inflasi sebesar 6,4 persen. Sementara itu suku bunga SBI 3 bulan pada akhir 2004 menjadi 7,3 persen dari 8,3 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan tingkat suku bunga tersebut berdampak pada penurunan suku bunga kredit investasi menjadi 14,2 persen pada November 2004, dari 15,7 persen pada akhir tahun 2003. Namun demikian, apabila dibandingkan dengan negara tetangga (tahun 2003-2004), dengan laju inflasi dan tingkat bunga masing-masing berkisar antara 0,5 persen sampai dengan 1,8 persen dan 1,0 persen sampai dengan 2,8 persen, kondisi tersebut masih kurang kompetitif. Untuk itu kebijakan moneter yang hati-hati perlu terus dipelihara dalam rangka menurunkan laju inflasi dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

Kondisi neraca pembayaran perlu terus diwaspadai sejalan dengan terjadinya kenaikan penerimaan ekspor non-migas yang melambat. Nilai ekspor non-migas tahun 2000–2003 hanya tumbuh rata-rata sekitar 4,7 persen per tahun; jauh di bawah rata-rata sebelum krisis (1991–1997) yaitu sekitar 22,6 persen per tahun. Dibanding dengan negara pesaing lainnya di kawasan, kinerja ekspor nonmigas Indonesia relatif lambat. Ini menunjukkan adanya penurunan daya saing ekspor nonmigas Indonesia. Surplus ekspor migas, tanpa memperhitungkan kenaikan harga, juga menunjukkan kecenderungan menurun. Menurunnya produksi minyak dalam negeri dan terus meningkatnya konsumsi BBM telah meningkatkan baik impor minyak mentah maupun impor BBM, sedangkan ekspor minyak mentah menurun. Ekspor LNG menunjukkan persaingan yang semakin ketat, dengan meningkatnya pasokan LNG dari berbagai negara eksportir baru. Akibatnya Indonesia mengalami tekanan untuk menurunkan harga terhadap kontrak LNG lama yang akan diperpanjang.

Peningkatan impor yang terlalu cepat, tanpa diimbangi dengan ekspor nonmigas akan menekan posisi transaksi berjalan. Pada tahun 2004 impor, baik migas dan nonmigas, menunjukkan adanya peningkatan yang pesat sejalan dengan membaiknya perekonomian. Untuk mengamankan posisi neraca pembayaran hal ini perlu diwaspadai, terlebih lagi posisi defisit neraca jasa-jasa juga cenderung mengalami peningkatan.

Jumlah arus modal masuk, terutama investasi langsung luar negeri masih relatif rendah dibandingkan sebelum krisis dan negara-negara di kawasan ASEAN. Sejalan dengan upaya untuk menurunkan beban utang luar negeri, arus modal pemerintah cenderung mengalami defisit. Arus modal swasta selama beberapa tahun terakhir mengalami defisit, namun jumlahnya terus menurun sejalan dengan berkurangnya arus pembayaran pinjaman luar negeri swasta dan membaiknya arus modal masuk ke Indonesia.

Dengan memperhatikan perkembangan ekspor, impor dan arus modal masuk tersebut, untuk mengamankan posisi neraca pembayaran dalam lima tahun ke depan perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan ekspor, khususnya ekspor nonmigas dan ekspor jasa-jasa, seperti pariwisata dan jasa perkapalan, serta langkah-langkah untuk meningkatkan arus investasi.

Sektor rill belum pulih. Ini tercermin dari lemahnya kondisi struktural, seperti rentannya ketahanan pangan, lemahnya struktur produksi industri, lemahnya sarana distribusi dan transportasi serta belum mantapnya kondisi perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya. Khususnya dari sisi perbankan, meskipun telah terjadi perbaikan, fungsi intermediasi perbankan belum optimal. Pertumbuhan kredit relatif masih rendah, di mana Loan to deposit ratio (LDR) bank umum relatif masih rendah, sekitar 49 persen (Oktober 2004) dibanding kondisi sebelum krisis sekitar 70-80 persen. Penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih terkendala, tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit UMKM yang menurun dari 40,1 persen (2002) menjadi 25,8 persen (2003). Hal ini disebabkan oleh rendahnya aksesabilitas UMKM terhadap sumber-sumber pembiayaan baik dari bank maupun lembaga jasa keuangan non bank, yang antara lain: karena biaya transaksi dan resiko pembiayaan yang masih tinggi, terbatasnya pusat pelayanan perbankan kepada UMKM (UKM Center) yang menjangkau seluruh pelosok tanah air, serta terbatasnya penyediaan jaminan kredit dan agunan yang dipersyaratkan. Dengan demikian, kebutuhan penjaminan kredit menjadi penting bagi keberlangsungan pendanaan bagi UMKM. Disamping itu, masih tingginya resiko penyaluran kredit membuat NPL perbankan berada di atas 5 persen. Kondisi ini terutama disebabkan oleh masih tingginya risiko di sektor riil terkait dengan berbagai masalah struktural. Selain itu kejahatan perbankan masih kerap terjadi, hal ini berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap perbankan yang belum pulih sepenuhnya akibat krisis perbankan.

Kondisi perbankan dan lembaga keuangan lainnya belum mantap. Lemahnya pengaturan dan pengawasan terhadap produk perbankan dan keuangan yang semakin bervariasi dan kompleks, serta dalam mengantisipasi globalisasi perdagangan jasa dan inovasi teknologi informasi, telah meningkatkan arus transaksi keuangan masuk dan keluar Indonesia. Di samping itu adanya kecenderungan pemusatan aset lembaga jasa keuangan pada sektor perbankan (di atas 80 persen di tahun 2003). Hal ini menyiratkan kuatnya ancaman krisis lembaga keuangan, terutama perbankan di masa depan.

Adanya potensi mismatch antara pendanaan jangka panjang (seperti pembangunan infrastruktur, dan pembelian SUN oleh perbankan) dengan sumber pendanaan yang masih bersifat jangka pendek. Pada tahun 2003 hingga pertengahan tahun 2004, sekitar 80-90 persen dari deposito berjangka merupakan simpanan yang kurang dari tiga bulan. Perbankan berbasis syariah yang diharapkan menjadi alternatif pembiayaan masyarakat, meskipun mencatat pertumbuhan yang menggembirakan, seperti rasio antara pembiayaan dibandingkan penghimpunan dana per November 2004 mencapai 104,8 persen, peranan pembiayaannya relatif masih kecil (baru sekitar 1 persen terhadap total perbankan). Sementara itu, peran lembaga jasa keuangan non bank yang sesungguhnya dapat menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi pembiayaan pembangunan relatif kecil. Total aset yang terhimpun melalui asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura, dan pegadaian, baru sekitar 10 persen dari PDB dibandingkan dengan perbankan yang telah mencapai 51 persen dari PDB (tahun 2003). Hal ini disebabkan oleh lemahnya law enforcement dan

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM KOMPUTERISASI AKUNTANSI DILIHAT DARI TEKNIK - TEKNIK AUDIT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NFORMASI

Ada beberapa teknik ynag dapat dilakukan dalam pemeriksaan EDP, antara lain:

Pengujian dengan Data Simulasi

Teknik ini dianggap paling efektif. Pemeriksa dapat langsung memerika sistimpengolahan dengan menggunakan transaksi simulasi sebagai bahan pengujian. Beberapa program aplikasi diuji kemampuannya dalam apakah program berjalan secara benar atau ditemukan kesalahan atau penyimpangan.

Pemanfaatan Fasiltas Pengujian Secara Terpadu

Teknik ini merupakan perluasan dari teknik pengujian data. Transaksi simulasi digabung dengan transaksi sebenarnya dengan cara memberikan suatu kode khusus. Pemeriksaan dapat membandingkan hasil pengujian dengan ketentuan yang ditetapkan
dan dapat menilai keandalan program aplikasi dan mengetahui apakah program aplikasi telah dilengkapi dengan error detection.

Simulasi Paralel

Pemeriksa membuat simulasi pemrosesan dengan memanfaatkan program yang disusun oleh pemeriksa, yaitu suatu model aplikasi yang dipakai secara rutin. Hasil pemrosesan simulasi ini kemudian dibandingkan dengan hasil pemrosesan sesungguhnya yang telah dilakukan oleh objek pemeriksaan. Dari hasil perbandingan tersebut akan diketahui apakah program/
sistem yang dipakai telah benar atau terdapat kesalahan/penyimpangan.

Pemasangan Modul Pemeriksaan.

Pemeriksa dapat memasang suatu modul/ program pemeriksaan ke dalam program aplikasi untuk memantau secara otomatis sehingga dapat terhimpun data untuk keperluan pemeriksaan. Pemeriksa dapat menyimpulkan apakah program aplikasi berjalan baik tanpa ada penyimpangan dari catatan log yang dicetak secara berkala.

Pemakaian Perangkat Lunak Khusus Untuk Pemeriksaan
(Audit software) pemeriksa dapat menguji keandalan dokumentasi dan berkas suatu objek pemeriksaan. Beberapa audit software yang biasa dipakai antara lain: Generalized Audit Software, Audit Command Language (ACL), audassist, IDEA-Y.

Metode Tracing

Pemeriksa dapat melakukan penelusuran terhadap suatu program/sistem aplikasi untuk menguji keandalan kebenaran data masukan dalam pengujian ketaatan, pemeriksa mencetak daftar instruksi program yang dijalankan sehingga dapat ditelusuri apakah suatu instruksi telah dijalankan selama proses.

Metode Pemetaan (Mapping)

Pemrogram dapat memasukkan kode-kode tertentu yang tidak dikehendaki yang disiapkan ke dalam program untuk kepentingannya. Dengan diketahuinya bagian-bagian yang sedang bekerja dan bagian-bagian yang tidak sedang bekerja tersebut maka dapat dipisahkan kode-kode yang tidak dikehendaki tadi kemudian menghapuskannya.

Teknik Audit Berbantuan Komputer
(TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs). Ada dua kondisi yang menyebabkan auditor perlu mempertimbangkan penggunaan TABK:
(a) tidak adanya dokumen masukan atau tidak adanya jejak audit (audit trail) dalam sistem informasi komputer.
(b) dibutuhkannya peningkatan efektivitas dan efisiensi prosedur audit dalam pemeriksaan.

Ada dua tipe TABK yang lebih umum digunakan dalam audit:

(1) perangkat lunak audit (audit software)
Perangkat lunak audit terdiri dari program komputer yang digunakan oleh auditor. sebagai bagian prosedur auditnya. untuk mengolah data audit yang signifikan dan sistem akuntansi entitas. Perangkat lunak audit dapat terdiri dari program pakar, program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written programs), dan program utilitas (utility programs). Terlepas dari sumber program, auditor harus meyakini validitas program tersebut untuk tujuan audit sebelum menggunakan program tersebut.

Program paket (package prog1"r!ms) adalah program komputer yang dirancang untuk melaksanakan fungsi pengolahan data yang mencakup pembacaan file komputer, pemilihan informasi, pelaksanaan perhitungan, pembuatan file data. Dan pencetakan laporan dalam suatu format yang telah ditentukan oleh auditor.

Program yang dibuat dengan tujuan khusus (purpose-written programs) adalah program komputer yang dirancang untuk melaksanakan tugas audit dalam keadaan khusus. Program ini dapat disiapkan oleh auditor, oleh entitas, atau oleh pemrogram luar yang ditugasi oleh auditor.

Program utilitas (utility programs) adalah program yang digunakan oleh entitas untuk melaksanakan fungsi pengolahan umum seperti penyortasian, pembuatan, dan pencetakan file. Program ini umumnya dirancang unruk tujuan audit.

(2) data uji (test data) untuk tujuan audit.
Data uji (test data). Dalam pelaksanaan prosedur audit. teknik data uji digunakan dengan cara memasukkan data ke dalam sistem komputer entitas. dan kemudian hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil yang telah ditemukan sebelumnya. Contoh penggunaan teknik data uji adalah:

a. Data uji digunakan untuk menguji pengendalian khusus dalam program komputer, seperti on-Line password dan pengendalian akses data.
b. Transaksi uji yang dipilih dari transaksi yang tidak diproses atau telah dibuat sebelumnya oleh auditor untuk menguji karakteristik pengolahan tertentu yang dilakukan oleh entitas dengan sistem komputernya. Transaksi ini umumnya diolah secara terpisah dari pengolahan normal yang dilakukan oleh entitas.
c. Transaksi uji yang digunakan dalam suatu pengujian terpadu dengan cara menciptakan "dummy unit" (seperti departemen atau karyawan) untuk memposting transaksi uji ke dalam dummy unit tersebut dalam siklus pengolahan normal entitas.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEMM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI DILIHAT DARI PENGENDALIAN INTERN

Menurut SPAP dalam SA Seksi 314.4 No. 05-09 pengendalian intern atas pengolahan komputer, yang dapat membantu pencapaian tujuan pengendalian intern secara keseluruhan, mencakup baik prosedur manual maupun prosedur yang didesain dalam program komputer. Proses pengendalian dalam lingkungan EDP terdiri atas:

Pengendalian umum:
a. Pengendalian organisasi
b. Pengendalian administratif
c. Pengendalian pengembangan dan pemeliharaan sistim.
d. Pengendalian hardware dan software.
e. Pengendalian dokumentasi
f. Pengendalian keamanan.

Pengendalian aplikasi:
a. Pengendalian input
b. Pengendalian pemrosesan
c. Pengendalian output

Ada tiga metode yang digunakan dalam melaksanakan EDP Audit yakni:

Audit Around The Computer

Auditing sekitar komputer dapat dilakukan jika dokumen sumber tersedia dalam bahasa non mesin, dokumen-dokumen disimpan dengan cara yang memungkinkan pengalokasiannya untuk tujuan auditing, outputnya memuat detail yang memadai, yang memungkinkan auditor menelusuri suatu transaksi dari dokumen sumber ke
output atau sebalikhya.

Audit Through The Computer

Auditor menguji dan menilai efektivitas prosedur pengendalian operasi dan program komputer serta ketepatan proses di dalam komputer. Keunggulan metode ini adalah bahwa auditor memiliki kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistim komputer, hasil kerjanya lebih dapat dipercaya dan sistem memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan lingkungan. Sedangkan kelemahan terletak pada biaya yang sangat besar dan tenaga ahli yang berpengalaman.

Audit With The Computer

Audit dilakukan dengan menggunakan komputer dan software untuk mengotomatiskan prosedur pelaksanaan audit. Metode ini lebih sulit dan kompleks serta biayanya paling besar.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI DILIHAT DARI PROSEDUR AUDIT

Peranan teknologi informasi terhadap audit sistem informasi komputerisasi akuntansi Dilihat Dari Prosedur Audit berkaitan dengan tipe konfigurasi sistem informasi komputer yang digunakan oleh perusahaan. Tipe konfigurasi sistem informasi komputer terdiri dari 3, yaitu:

a. Lingkungan Sistem Informasi Komputer-Stand-alone Micro Computer.
Komputer mikro dikenal dengan komputer pribadi (personal computer atau PC) umumnya digunakan oleh perusahaan kecil sebagai stand-alone workstation yang dioperasikan oleh satu atau beberapa pemakai pada waktu yang berbeda. Dalam perusahaan besar, komputer mikro umumnya digunakan sebagai intellegent terminal dalam local area network (LAN), Wide are
network (WAN), atau dihubungkan dengan suaru komputer pusat.

Dampak Lingkungan Komputer Mikro terhadap Prosedur Audit

Risiko pengendalian intern yang tinggi dalam lingkungan komputer mikro membuat auditor lebih memusarkan usaha audit ke pengujian substantif pada atau mendekati akhir tahun. Dengan demikian prosedur audit yang digunakan oleh auditor lebih berfokus kepada:
• Pemeriksaan fisik dan konfirmasi aktiva.
• Pengujian rinci.
• Ukuran sampel yang lebih besar.
• Penggunaan lebih banyak teknik audit berbantuan komputer (jika diperlukan).
• Auditor dapat menempuh pendekatan lain yang berbeda dalam audit di lingkungan komputer mikro.
• Auditor dapat meletakkan kepercayaan terhadap pengendalian intern klien setelah auditor melaksanakan pengujian pengendalian terhadap pengendalian intern tersebut.

b. Lingkungan Sistem Informasi Komputer-On-Line Computer System
Sistem komputer on-line adalah sistem komputer yang memungkinkan pemakai melakukan akses ke data dan program secara langsung melalui peralatan terminal. Sistem tersebut dapat berbasis mainframe computers, komputer mini, atau struktur komputer mikro dalam suatu lingkungan jejaring. Dengan sistem on-line pemakai dapat melaksanakan berbagai fungsi yang
mencakup:
• Melakukan entri transaksi (seperti: transaksi penjualan dalam toko pengecer, pengambilan kas di dalam suatu bank, dan pengiriman barang dalam suatu pabrik).
• Melakukan permintaan keterangan (seperti informasi tentang account atau saldo terkini customer).
• Meminta laporan (seperti daftar unsur sediaan yang ada di gudang, yang kuantitasnya menunjukkan angka negatif).
• Melakukan up-dating terhadap master file (seperti pembuatan account bagi customer baru dan pengubahan kode account buku besar).
Tipe Sistem Komputer On-line

Sistem komputer on-line dapat digolongkan berdasarkan sebagai berikut:
a. On-line/real time processing.
Dalam sistem pengolahan on-line/real time, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

b. On-line/batch processing.
Dalam suatu sistem dengan on-line, input and batch processing transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

c. On-line/memo update dan On-line input
with memo update processing Mengombinasikan on-line/real time processing .dan pengolahan on-line/batch processing. Transaksi secara individual segera digunakan untuk meng-up date suatu memo file yang berisi informasi yang telah diambil dari versi terkini master file. Permintaan keterangan dilakukan melalui memo file. Transaksi yang sama ditambahkan ke transaction file untuk divalidasi dan digunakan untuk updating berikutnya terhadap master file atas dasar batch. Dari sudut pemakai, sistem ini tampak tidak berbeda dengan on-line/real time processing.

d. On-line/inquiry. On-line/inquiry
Membatasi pemakai pada peralatan terminal untuk melakukan permintaan keterangan dari master file. Dalam sistem ini, master file diupdate oleh sistem lain. biasanya berdasarkan batch transaksi.

e. On-line downloading/uploading processing. On-line downloading/ uploading processing
Berkaitan dengan transfer data dari master file ke peralatan intelligent terminal untuk diolah lebih lanjut oleh permakai.

Dampak Sistem Komputer On-line atas Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi dan Pengendalian Intern yang Terkait

a. Risiko yang berkaitan umumnya tergantung pada:
• Luasnya on-line system yang digunakan untuk mengolah aplikasi akuntansi.
• Tipe dan signifikannya transaksi keuangan yang diolah.
• Sifat arsip dan program yang dimanfaatkan dalam aplikasi.

b. Karakteristik sistem komputer on-line berikut ini memerlukan perhatian khusus bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko pengendalian:
• Tidak terdapat dokumen sumber untuk setiap transaksi masukan.
• Hasil pengolahan dapat sangat ringkas.
• Sistem komputer on-line dapat didesain untuk menyediakan laporan tercetak.

c. Risiko terjadinya kecurangan atau kekeliruan dalam sistem komputer online dapat dikurangi dalam keadaan berikut:
• Jika entri data secara on-line dilaksanakan pada atau dekat dengan tempat asal transaksi, risiko transaksi tersebut tidak dicatat menjadi berkurang.
• Jika transaksi yang tidak sah dikoreksi dan dimasukkan kembali segera, risiko bahwa transaksi tersebut tidak akan dikoreksi dan dientri kembali ke dalam sistem menjadi berkurang.
• Jika enrri data dilaksanakan secara online oleh individu yang memahami sifat transaksi yang bersangkutan, proses entri data berkurang kcmungkinan kekeliruannya bila dibandingkan dengan jika dientri oleh individu yang tidak biasa dengan sifat transaksi tersebut.
• Jika transaksi diolah segera secara oilline, risiko transaksi tersebut diolah di
dalam periode akuntansi yang keliru menjadi berkurang.

Dampak Sistem Komputer On-line terhadap Prosedur Audit

Dalam menghadapi sistem komputer on-line, auditor dapat melakukan review terhadap aplikasi akuntansi secara on-line sebelum suatu aplikasi diimplementasikan, bukan review terhadap aplikasi setelah sistem komputer on-line tersebut dipasang. Sistem komputer on-line mempunyai dampak besar terhadap prosedur audit yang digunakan oleh auditor.

SA Seksi 327 Teknik Audit Berbantuan Komputer memberikan panduan bagi auditor dalam menghadapi sistem komputer on-line berikut ini:
• Perlunya auditor memiliki keterampilan teknis dalam sistem komputer on-line.
• Dampak sistem komputer on-line terhadap saat penerapan prosedur audit.
• Tidak ada jejak transaksi yang dapat dilihat.
• Prosedur yang dilaksanakan selama tahap perencanaan, mencakup:

a. Partisipasi individu yang memiliki keahlian teknis dalam sistem komputer on-line dan pengendalian berkaitan dalam tim audit.
b. Pertimbangan pendahuluan dalam proses penaksiran risiko tentang dampak sistem komputer on-line terhadap prosedur audit. Umumnya, di dalam sistem komputer on-line yang didesain dengan baik, auditor akan meletakkan kepercayaan Iebih ke pengendalian intern sistem tersebut.
c. Prosedur audit yang dilaksanakan bersamaan dengan pengolahan on-line, mencakup pengujian kepatuhan pengendalian di dalam aplikasi on-line.
d. Prosedur audit yang dilaksanakan setelah pengolahan selesai dilakukan.

Lingkungan Sistem Informasi Komputer Database System

Database adalah koleksi data yang dibagi (shared) dan digunakan oleh sejumlah pemakai yang berbeda untuk tujuan yang berbeda-beda. Database system terdiri dari dua komponen pokok-database dan database managemeny system (DBMS). Database system dapat digunakan dalam sistem komputer apa saja, termasuk sistem komputer mikro. Dalam beberapa lingkungan komputer mikro, database system digunakan oleh pemakai tunggal.

Pengendalian Intern dalam Lingkungan Database

Pengendalian umum SIK terhadap database, DBMS dan aktivitas fungsi pengelolaan database berpengaruh pervasif atas pengolahan aplikasi. Pengendalian umum
SIK yang penting dalam lingkungan database dapat digolongkan ke dalam kelompok berikut:
(1) pendekatan baku untuk pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi.
(2) kepemilikan data
(3) akses ke database
(4) pemisahan tugas.

Dampak Database terhadap Sistem Komputerisasi Akuntansi dan Pengendalian yang Berkaitan

Secara global tergantung pada:
a. Luasnya database digunakan untuk aplikasi akuntansi.
b. Tipe dan signifikannya transaksi keuangan yang diolah.
c. Sifat database, DBMS (termasuk kamus data) tugas pengelolaan database dan aplikasi.
d. Pengendalian umum SIK yang sangat penting dalam lingkungan database.

Dampak Database Terhadap Prosedur Audit.

Prosedur audit di dalam lingkungan database secara prinsip akan dipengaruhi oleh luasnya data di dalam database yang digunakan untuk sistem akuntansi. Auditor dapat mempertimbangkan bilamana auditor memutuskan untuk melakukan pengujian pengendalian atau pengujian substantif berkaitan dengan database system, prosedur audit dapat mencakup fungsi DBMS untuk:
a. Menghasilkan data penguji.
b. Menyediakan jejak audit.
c. Mengecek integritas database.
d. Menyediakan akses ke database atausuatu copy bagian database relevan untuk tujuan penggunaan perangkat lunak audit.
e. Mendapatkan informasi yang diperlukan.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI

Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis yang, memberikan andil besar terhadap perubahanperubahan mendasar bagi struktur, operasi dan manajemen organisasi. Jenis pekerjaan dan tipe pekerja yang dominan di Jaman Teknologi Informasi adalah otonomi dan wewenang yang lebih besar dalam organisasi. Boundaryless organization adalah kondisi organisasi yang digunakan dalam teknologi informasi dengan batas-batas horisontal, vertikal, eksternal dan geografis yang sehat. Menipisnya batas horisontal mengakibatkan berkurangnya birokrasi sehingga organisasi menjadi lebih datar, dan karyawan menjadi lebih berdaya (empowered employees) dan menjadikan terwujudnya kerja sama lintas
fungsional dalam memenuhi kebutuhan customers yang kompleks. Menipisnya batas eksternal menjadikan perusahaan lebih berfokus ke penyediaan produk dan jasa yang menjadi kompetensi intinya (care competence). Untuk memenuhi kebutuhan customers yang kompleks, perusahaan
membangun jejar ing organi s a s i (organization network), yang di dalamnya setiap perusahaan menjadi anggota jejaring sehingga mampu menghasilkan value terbaik bagi customers, karena koordinasi tidak lagi dijalankan melalui ”command and control mode” namun koordinasi dilaksanakan melalui komunikasi, persuasi dan kepercayaan (trust). Kekohesivan organisasi
yang menggunakan tim lintas fungsional, dan yang mempekerjakan karyawan yang berdaya, serta yang menggunakan jejaring organisasi dalam mewujudkan tujuan organisasi ditentukan dari seberapa jelas misi dan visi organisasi dirumuskan dan keberhasilan pengomunikasian strategi tersebut kepada seluruh personel organisasi dan seluruh organisasi dalam jejaring. Pemberdayaan karyawan yang dilandasi oleh trust-based relationship antar manajer dan karyawan menjadikan Information sharing dapat meningkatkan tuntutan tentang otonomi dan wewenang di kalangan karyawan,Persuasi menjadi pilihan untuk menggantikan komando, karena knowledge workers menjadi dominan dalam mewujudkan visi organisasi. dalam memacu
komitmen karyawan untuk mengubah strategi menjadi tindakan nyata.


Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia seperti:

Teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses yang menggantikan peran manusia.
Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia yang melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer.
Teknologi informasi juga memengaruhi antarmuka-antarmuka organisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
Teknologi informasi dapat digunakan membentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif (O’Brien, 1996), antara lain:

1. Strategi biaya: meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok.
2. Strategi diferansiasi: mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/ jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
3. Strategi inovasi: memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
4. S t r a t e g i p e r t u m b u h a n : mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa bam, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
5. Strategi aliansi: membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan lain-lain.


Namun ironisnya, pesatnya perkembangan teknogi informasi tersebut awal mulanya bertolak belakang dengan sudut pandang Auditor yang menilai bahwa hubungan bisnis yang wajar adalah jika dilaksanakan berdasarkan falsafah arm’s length transaction-yaitu transaksi antara pihakpihak yang bebas atau independen. Hubungan istimewa (atau dikenal dengan related party transaction) diyakini auditor sebagai transaksi yang dapat menimbulkan ketidakwajaran angka yang dicatat dalam catatan akuntansi. Padahal transaksi bisnis yang didasarkan atas arm’s-length transaction dan nilai dasar ketidakpercayaan merupakan hubungan bisnis jangka pendek. Masing-masing pihak hanya mengusahakan agar pada saat transaksi bisnis terjadi, mereka yang terkait mampu bersikap businesslike, sehingga masing-masing pihak dapat memperoleh manfaat dari transaksi yang dilaksanakan. Apakah di kemudian hari pihak-pihak yang terkait sekarang akan melaksanakan bisnis, tergantung dari penentuan syarat-syarat independensi pada saat transaksi yang akan terjadi di masa yang akan datang tersebut sedangkan kemitraan Usaha (Partnered Relationship) untuk mendobrak mitos tersebut harus menitikberatkan pada trust building dan core competency di dalam membangun hubungan kemitraan, baik di dalam organisasi perusahaan (antara manajer dengan karyawan dan antar fungsi dalam organisasi) maupun di antara perusahaan dengan para pemasok dan mitra bisnisnya.

Rabu, 23 Desember 2009

KONSEP DASAR SISTEM DAN KOMPONEN SISTEM INFORMASI

1. Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan
untuk mencapai suatu tujuan.
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah system yaitu :
· Tujuan
· Masukan
· Keluaran
· Proses
· Mekanisme pengendalian, dan
· Umpan balik

Tujuan
Setiap sistem mempunyai tujuan (goal) entah hanya satu atau mengkin banyak. Tujuan
inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem, Tanpa tujuan sistem menjadi tak
terarah dan terkendali.

Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya
menjadi bahan untuk diproses

Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan
menjadi keluaran yang berguna misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa
berupa hal-hal yang tidak berguna misalnya sisa pembuangan dan limbah.
Pada sistem informasi, proses dapat berupa suatu tindakan yang bermacammacam,
meringkas data,melakukan perhitungan dan mengurutkan data merupakan beberapa
contoh proses.

Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi,keluaran bisa
berupa suatu informasi,saran,cetakan laporan dan sebagainya.
Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan
balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

2. Komponen Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti
· Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer dan
printer
· Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan
perangkat keras untuk dapat memproses data
· Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan
pembangkitan keluaran yang dikehendaki
· Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi,
pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi
· Basis data (database) : sekumpulan table ,hubungan dan lain-lain yang berkaitan
dengan penyimpan data.
· Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan
sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

3. Arsitektur Informasi
Ada beberapa definisi tentang arsitektur informasi :
· Arsitektur informasi adalah bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi
dalam organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih.
(Laudon 1998).
· Arsitektur Informasi adalah desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk
sistem jaringan) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik.
(Zwass.1998)
Sebuah arsitektur informasi yang detail berisi perencanaan yang digunakan untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut (Alter, 1992) :
· Data Apa yang akan dikumpulkan ?
· Dimana dan bagaimana data dikumpulkan ?
· Bagaimana cara mengirimkan data ?
· Di mana data akan disimpan ?
· Aplikasi-aplikasi (program) apa yang akan menggunakan data dan bagaimana
aplikasi-aplikasi tersebut dihubungkan sebagai sebuah sistem yang utuh.
Arsitektur informasi menggunakan arsitektur teknologi yang dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu tersentralisasi (centralized), desentralisasi (decentralized) dan client/server.

3.1 Arsitektur Tersentralisasi
Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor
utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk
menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data
dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi.
Implementasi dari arsitektur terpusat adalah pemrosesan data yang terpusat (biasa disebut
komputasi terpusat). Semua pemrosesan data dilakukan oleh komputer yang ditempatkan
didalam suatu lokasi yag ditujukan untuk melayani semua pemakai dalam organisasi.
Kebanyakan perusahaan yang tidak mempunyai cabang menggunakan model seperti ini.

3.2 Arsitektur Desentralisasi
Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (atau
terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi
tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai
lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer
mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi
dalam pertukaran data.

3.3. Arsitektur Client/Server
Pada arsitektur ini ada sebagian yang disebut client dan ada yang disebut server.
Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh
client. Secara fisik sebuah server dapat berupa komputer (mainframe, minikomputer,
workstation,ataupun PC) atau piranti lain (misalnya printer).
Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri. Ketika sebuah client
meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data
yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima client segera melakukan pemrosesan.
Model komputasi yang berbasis client/server mulai banyak diterapkan pada sistem operasi.
Dengan menggunakan arsitektur ini, sistem informasi ini dapat dibangun menggunakan
perangkat lunak gado-gado. Artinya , jika pada awalnya sistem informasi dibangun dengan
menggunakan perangkat lunak X, maka untuk pengembangan aplikasi baru dapat
menggunakan perangkat lunak Y. Tidak perlu ada migrasi sistem.

GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Dalam mengawali pembicaraan sistem informasi dengan memberikan
gambaran sejumlah contoh sistem informasi kemudian membahas definisi sistem
informasi, serta berbagai alasan tentang pemakaian sistem informasi. Selain itu, bab ini
juga memberikan pengertian teknologi informasi dan posisinya dalam sistem informasi.
Banyak aktifitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi, entah
disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia.
Ada bermacam-macam sistem informasi antara lain :
· Sistem Reservasi pesawat terbang : digunakan dalam biro perjalanan untuk
melayani pembelian / pemesanan tiket.
· Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat
digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
· Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwenang memasuki
fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan
cara menganalisa sidik jari atau retina mata.
· Sistem POS (point of sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan
dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data.
· Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,
misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau
getaran pilar jembatan rel kereta api.
· Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan juru medis
untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena
didalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
· Sistem layanan akademis berbasis web yang memungkinkan mahasiswa
memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata
kuliah yang diambil pada semester baru.
· Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange) yang
memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara electronis dan data
yang terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer.
· E-Government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.
Perlu diketahui bahwa sistem informasi tidak harus selalu berbnetuk kompleks.
seperti contoh memperlihatkan sebuah sistem informasi yang bersifat sederhana. Sistem tersebut
hanya digunakan untuk mencatat transaksi penjualan dan melibatkan satu orang saja,
melalui sebuah komputer, pemakai memasukan data penjualan dan saat setelah toko
ditutup, laporan harian penjualan dicetak. Selanjutnya, laporan digunakan untuk
melakukan analisis tentang barang-barang yang laku yang berguna untuk pengambilan
keputusan pembelian barang.
Hal-hal yang bisa dikerjakan oleh sistem informasi tentu saja terkait dengan kemampuan
yang dapat dilakukannya ( Turban,Mclean,dan Wetherbe, 1999) adalah sebagai berikut :
· Melaksanakan komputasi numeric, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
· Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah,akurat
dan cepat.
· Menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dalam ruang yang kecil tetapi
mudah diakses.
· Memungkinkan pengaksesan informasi diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
· Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok
dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi
· Menyajikan informasi yang jelas yang menggugah pikiran manusia.
· Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang
dikerjakan secara manual.
· Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
· Pembiayaaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual
Kemampuan-kemampuan ini mendukung sasaran bisnis yang mencakup :
· Peningkatan produktivitas
· Pengurangan biaya
· Peningkatan pengambilan keputusan
· Peningkatan layanan ke pelanggan
· Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis lainnya

Ada empat peranan penting dalam sistem informasi dalam organisasi (Alter,1992), yaitu :
1. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas
2. Mengaitkan perencanaan,pengerjaan dan pengendali dalam sebuah subsistem
3. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
4. Mengintegrasikan subsistem-subsistem.

A. Pengertian Sistem Informasi
Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer.
Sistem informasi yang menggunakan komputer disebut sistem informasi berbasis komputer
(Computer-Based Information System atau CBIS)

Ada beragam definisi sistem informasi yaitu :
· Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,informasi,orang dan
teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah
organisasi. ( Alter, 1992 ).
· Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang
dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk yang lebih
berguna.(Bodnar dan Hopwood 1993).
· Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data
dikelompokan,diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.
( Hall, 2001 ).
· Sebuah sistem informasi mengumpulkan,memproses,menyimpan,menganalisis dan
menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. (Turban,McLean dan Wetherbe,
1999 ).
· Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya
(manusia,komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran
(informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup
sejumlah komponen (manusia,komputer,teknologi informasi dan prosedur kerja), ada
sesuatu yang diproses (data menjadi informasi) , dan dimaksudkan untuk mencapai suatu
sasaran atau tujuan.

B. Teknologi Informasi
Menurut kamus Oxford (1995), Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan
peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan,menganalisa dan
mendistribusikan apa saja termasuk kata-kata,bilangan dan gambar.
Menurut Alter (1992) Teknologi informasi mencakup perangkat keras,perangkat lunak
untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap,
mentransmisikan,menyimpan,mengambil dan memanipulasi atau menampilkan data.
Martin (1999) mendefinisikan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi
komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untu memproses dan
menyimpaninformasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan
informasi. Luccas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala bentuk
teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk
elektronis.

C. Lingkup Teknologi Informasi
Secara garis besar teknologi informasi dapat dikelompokan menjadi 2 bagian : Perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras menyangkut pada
peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti memori,printer dan keyboard. Adapun
perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras agar
bekerja sesuai dengan tujuan instruksi-instruksi tersebut.
Haag, dkk (2000) membagi teknologi informasi menjadi 6 kelompok yaitu :
1. Teknologi masukan (input technology).
2. Teknologi keluaran (output technology)
3. Teknologi perangkat lunak (software technology)
4. Teknologi penyimpan (strorage technology)
5. Teknologi telekomunikasi (telecommunication technology)
6. Mesin pemroses (processing machine) atau lebih dikenal dengan istilah CPU.
Teknologi masukan adalah segala perangkat yang digunakan untuk memasukan data /
informasi dari sumber asalnya. . Contoh teknologi ini antara lain barcode scanner dan
keyboard. Barcode scanner merupakan contoh teknologi masukan yang biasa digunakan
pada pasar swalayan untuk memasukan data penjualan dikasa.
Supaya informasi bisa diterima oleh pemakai yang membutuhkan, informasi perlu disajikan
dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini teknologi keluaran mempunyai andil yang cukup
besar. Pada umumnya informasi disajikan dalam monitor, namun kadang kala pemakai
menginginkan informasi yang tercetak dalam kertas (hard copy) pada keadaan seperti ini
,piranti printer menentukan kualitas cetakan.
Untuk menciptakan informasi diperlukan perangkat lunak atau sering disebut program.
Program adalah sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan perangkat
keras komputer.
Teknologi penyimpan menyangkut segala peralatan yang digunakan untuk menyimpan
data. Tape,hard disk, disket, dan zip disk merupakan contoh media untuk menyimpan data.
Teknologi telekomunikasi merupakan teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh.
Internet dan ATM merupakan contoh teknologi yang memanfaafkan teknologi komunikasi.
Mesin pemroses adalah bagian penting dalam teknologi informasi yang berfungsi untuk
mengingat data/program (berupa komponen memori) dan mengeksekusi program (berupa
komponen CPU).

D. Peranan Teknologi Informasi
Peranan teknologi informasi pada aktifitas manusia pada saat ini memang begitu besar.
Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan
bisnis,memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada
struktur,operasi dan manajemen organisasi. Berkat teknologi ini berbagai kemudahan dapat
dirasakan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM (anjungan tunai mandiri),
transaksi melalui internet yang dikenal dengan E-Commerce atau perdagangan elektronik,
transfer uang melalui E-Banking yang dapat dilakukan dirumah merupakan sejumlah
contoh hasil penerapan teknologi informasi.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa :
· Teknologi informasi menggatikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi
informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
· Teknologi memperkuat peran manusia,yakni dengan menyajikan suatu tugas atau
proses.
· Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam
hal ini teknoplogi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap
sekumpulan tugas atau proses.
Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi dibidang teknologi
informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan
meningkatkan posisi kompetitif,mengurangi biaya,meningkatkan fleksibilitas dan
tanggapan.

E. Kecenderungan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi
Menurut Alter (1992) ada banyak sisi yang mengalami perkembangan dengan cepat tetapi
ada juga yang masih tertinggal.
Kecenderungan teknologi terhadap sistem informasi adalah :
· Peningkatan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik
· Ketersediaan informasi dalam bentuk digital semakin banyak
· Protabilitas peralatan-peralatan elektronis semakin meningkat
· Kemudahan pemakaian meningkat
· Ketidakmampuan mengotomasikan logika masih berlanjut.
Sebagaimana diketahui, kecenderungan peralatan-peralatan masa kini relatif berukuran
kecil sehingga mudah dibawa ( keadaan seperti ini sering disebut portable). Kamera digital
dengan ukuran yang sama dengan kamera analog atau malah lebih kecil dapat digunakan
untuk merekam obyek dengan kualitas gambar lebih tinggi hingga ratusan buah, yang
disimpan pada kartu memori yang berukuran sangat kecil. Sebuah CD-ROM dapat
digunakan untuk menyimpan ratusan buku teks. Notebook memungkinkan mereka yang
sedang berpergian tetap bisa berinteraksi dengan komputer,dan bahkan dengan melalui
handphone,komunikasi data ketempat lain juga tetap dapat dilakukan, tidak terkendala oleh
lokasi.
Kini, konektivitas (kemampuan untuk mengirimkan data diantara peralatan-peralatan
berkomputer) tak hanya mencakup areal lokal, tetapi juga bisa mencapai kebelahan bumi
mana saja. Dengan menggunakan telepon genggam,pengaksesan terhadap surat-surat
elektronik (e-mail) dapat dilakukan. Melalui video konferensi,perbincangan jarak jauh yang
disertai dengan wajah-wajah orang yang sedang bercakap-cakap dapat dilakukan tidak
terkendala oleh lokasi.
Pengoperasian komputer dari waktu-kewaktu semakin mudah, sayangnya masih ada hal
yang tertinggal. Sekalipun disiplin ilmu komputer berkembang dengan pesat termasuk
bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence), sampai saat ini masih sulit untuk
menanamkan logika yang dimiliki manusia ke komputer.